Pengorbanan Menggapai Kemenangan Sejati

November 24, 2006 at 3:03 am Tinggalkan komentar

MediaMuslim.Info [Kemenangan dalam Sebuah Pengorbanan] – Pada jaman dahulu ada seorang raja, ia memiliki seorang penyihir, ketika penyihir itu telah lanjut usia, ia berkata kepada Raja: “Sesungguhnya aku telah tua dan sebentar lagi kematian akan menjemputku, maka datangkanlah seorang pemuda kepadaku untuk kuajari ia tentang sihir,” maka raja mendatangkan seorang pemuda kepadanya dan penyihir itu mengajarinya sihir.

Diantara penyihir dan raja terdapat seorang pendeta, lalu pemuda itu mendatangi pendeta serta mendengarkan ucapannya, pemuda itupun terkagum-kagum dengan ucapan sang pendeta, yang menyebabkan sang pemuda terlambat menghadap sang penyihir sehingga sang penyihir marah dan memukulnya seraya berkata: “Apakah yang telah menahanmu?,” dan jika pemuda itu datang kepada keluarganya maka ia dipukul oleh keluarganya itu sambil berkata: “Apa yang telah menahanmu?,” kemudian pemuda itu melaporkan kejadian itu kepada pendeta, maka pendeta itu berkata: “Jika penyihir hendak memukulmu maka katakanlah yang menahanku adalah keluargaku dan jika keluargamu yang hendak memukulmu maka katakanlah yang menahanku adalah penyihir.”Rasululloh shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda, yang artinya: “Pada suatu hari tiba-tiba datang seekor binatang melata yang besar serta menakutkan, binatang itu telah mengurung manusia sehingga manusia tidak bisa keluar dari kurungan itu, maka berkata pemuda itu: “Hari ini saya akan mengetahui siapa yang dicintai oleh Alloh, pendeta itu atau penyihir itu,” Rasululloh shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda, yang artinya: “Pemuda itu mengambil sepotong batu dan berkata: “Ya Allah jika pendeta itu lebih Engkau cintai dan Engkau ridhai dari pada penyihir itu, maka bunuhlah binatang ini sehingga manusia terlepas dari kurungannya, “dan pemuda itu melemparkan batu kearah binatang itu, maka binatang itu mati dan terlepas dari kurungan binatang itu, lalu sang pemuda mengabarkan kejadian itu kepada pendeta maka berkatalah sang pendeta: “Wahai anakku sesungguhnya engkau lebih baik dari pada diriku dan sesungguhnya engkau akan mengalami cobaan yang amat besar dan jika engkau mengalami cobaan itu janganlah engkau menunjuk kepadaku, “lalu pemuda itu dapat menyembuhkan orang buta dan penyakit kusta dan bahkan dia bisa memnyembuhkan manusia dari berbagai macam penyakit.

Raja tersebut mempunyai seorang teman yang tertimpa penyakit buta, lalu teman raja itu mendengar tentang pemuda itu, maka ia datang menemui pemuda degan membawa berbagai macam hadiah, teman raja itu berkata: “Sembuhkanlah aku dari penyakit ini maka milikmu-lah seluruh hadiah-hadiah ini, “maka sang pemuda berkata: “Saya tidak bisa menyembuhkan seseorang, sesungguhnya yang menyembuhkan hanyalah Allah, jika engkau percaya pada Alloh maka aku akan berdo’a kepada Allah untuk menyembuhkannmu, ” lalu teman raja itu beriman kepada Alloh dan sang pemuda berdo’a kepada Alloh maka teman raja itu sembuh dari penyakitnya.”

Kemudian teman raja itu mendatangi raja dan duduk di sisi raja seperti biasanya, maka sang raja berkata kepada temannya:”Wahai Fulan siapakah yang telah menyembuhkan penglihatanmu kepadamu?” maka temannya menjawab: “Tuhanku”, berkata raja:”Sayakah?,” teman raja menjawab:”Bukan, melainkan Tuhanku dan Tuhanmu juga yaitu Alloh,” raja berkata:”Jadi engkau mempunyai Tuhan selain aku?” temannya menjawab:”Ya, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Alloh,” maka sang raja terus menyiksa temannya itu hingga ia menunjuk kepada sang pemuda, maka sang pemuda itu dipanggil kehadapan raja, berkata raja kepada pemuda itu:” Wahai anakku telah sampai kepadaku berita tentangmu bahwa engkau dapat menyembuhkan kebutaan dan penyakit kusta serta penyakit-penyakit lainnya,” pemuda itu berkata:” Saya tidak dapat menyembuhkan seseorang sesungguhnya hanya Alloh yang dapat menyembuhkan.” raja berkata:”Saya?,” pemuda itu menjawab:”Bukan,” “Ataukah engkau mempunyai Tuhan selain aku?” pemuda itu menjawab: “Tuhanku dan Tuhanmu adalah Alloh.”

Maka raja pun menyiksa pemuda itu, pemuda itu terus disiksa hingga dia menunjukkan pendeta itu, maka pendeta itu dibawa kepada raja, dan raja berkata: ” Kembalilah engkau kepada agamamu!,” pendeta itu menolak, maka diletakkan gergaji dilehernya hingga membinasakannya, lalu berkata raja kepada temannya yang dulu buta: “Kembalilah engkau kepada agamamu!,” temannya itu menolak, maka diletakkanlah gergaji dileher temannya itu hingga membinasakannya. Dan berkata raja kepada pemuda: “Kembalilah engkau kepada agamamu!,” pemuda itu menolak, lalu pemuda itu dibawa ke suatu gunung oleh beberapa orang, dan raja berkata: “Jika kalian telah sampai dipuncak gunung itu dan dia belum juga mau kembali kepada agamanya semula maka lemparkanlah pemuda ini dari atas gunung!.”

Maka pergilah mereka, dan ketika mereka telah berada di atas gunung, berkata pemuda itu: “Ya Allah lakukan sesuatu kepada mereka sesuai kehendak-Mu,” maka gunung itu berguncang hingga mereka semua terlempar dari atas gunung, kemudian pemuda itu datang dan menemui raja, maka raja berkata: “Apa yang telah dilakukan oleh teman-temanmu?” pemuda itu menjawab: “Alloh telah menolongku,” kemudian sang raja memerintahkan untuk membawa pemuda itu ketengah laut oleh beberapa orang dengan menggunakan perahu yang panjang lalu sang raja berkata: “Jika kalian telah sampai di tengah laut dan dia belum juga mau kembali kepada agamanya semula maka tenggelamkanlah ia di laut,” lalu pemuda itu berkata: “Ya Alloh lakukan sesuatu kepada mereka sesuai kehendak-Mu,” maka tenggelamlah orang-orang itu semua.

Dan pemuda itu datang menemui raja, maka berkata raja: “telah dilakukan oleh teman-temanmu?” pemuda itu menjawab: “Allah telah menolongku,” kemudian pemuda itu berkata kepada raja: “Sesungguhnya engkau tidak dapat membunuhku sebelum angkau melakukan sesuatu yang aku perintahkan kepadamu, dan jika telah melaksanakan apa yang aku perintahkan kepadamu itu, maka engkau bisa membunuhku,” berkata raja: “Apakah itu?,” sang pemuda menjawab: “Engkau kumpulkan manusia disuatu tempat terbuka, kemudian engkau salib aku disebatang pohon lalu mengambil satu anak panah dari tempat menyimpan anak panahku, kemudian katakanlah: “Dengan nama Alloh Tuhan pemuda ini,” jika engkau melakukan itu maka engkau dapat membunuhku,” maka sang raja melaksanakan perintah itu, dan dengan membaca: “Dengan nama Alloh Tuhan pemuda ini,” ia melepaskan anak panah dari busurnya hingga anak panah menancap pada pelipis matanya, lalu pemuda itu meletakkan tangannya pada tempat menancapnya anak panah dan mati, maka saat itu pula orang-orang yang berkumpul percaya (beriman) kepada Tuhan pemuda ini.

Maka dikatakanlah kepada raja itu: “Tahukah engkau sesungguhnya engkau tidak berhati-hati?,” lihatlah semua manusia telah beriman, maka raja memerintahkan untuk membuat parit-parit kemudian dinyalakan api, lalu raja berkata: “Barangsiapa yang tidak mau kembali kepada agamanya semula maka masukkanlah mereka ke dalam parit itu,” Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, yang artinya: “Mereka saat itu saling dorong untuk masuk ke dalam parit itu, hingga seorang wanita beserta anak bayinya yang masih menyusui, seakan-akan wanita itu hendak mundur dari api itu, maka bayinya berkata kepadanya: “Bersabarlah engkau wahai ibuku, karena sesungguhnya engkau dalam kebenaran.”

Entry filed under: Cinta, Hizbut Tahrer, Islam, Muslim, Tarbiyah, Tobat, Tsaqofah. Tags: .

Di Balik Kelembutan Suaramu Aku Takut Menikah.. [Karena Belum Bekerja]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


November 2006
S S R K J S M
    Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Total Pengunjung

  • 154,066 Pengunjung
Add to Technorati Favorites

%d blogger menyukai ini: