Dzikir Cinta untuk Ibunda

Januari 18, 2007 at 2:16 pm 10 komentar

Di beberapa literatur Islam, banyak kita temukan sumber yang membahas tentang sepuluh sahabat Nabi Muhammad SAW yang dijamin masuk surga. Kesepuluh sahabat itu semuanya laki-laki. Kisah-kisah mereka tersebar di berbagai buku sejarah yang kemudian banyak dijadikan rujukan umat Islam zaman sekarang untuk bisa meneladani dan berbuat seperti apa yang sahabat-sahabat tadi kerjakan. Harapannya, tentu untuk bisa mendapatkan dan meraih surgaNya juga.

Sejauh ini, kesepuluh sahabat tadi yang cukup dikenal publik (umat Islam). Padahal, dalam sejarahnya, banyak juga wanita-wanita yang dijanjikan masuk surga. Di antaranya, ada Sumayyah binti Khayat, Asma’ binti Abu Bakar, Aisyah binti Abu Bakar, Ummu Waraqah, Ummu Aiman, Nasibah binti Ka’ah, Ummu Haram dan Ummu Zafar. Kisah-kisah mereka bisa kita baca dalam buku karangan Muhammad Ali Qutb yang berjudul “Bidadari-Bidadari Surga” (Mubasyiraatu bi Jannatun).

Dalam bukunya dikisahkan, Sumayyah adalah sosok muslimah yang mempunyai harga diri (izzah) yang tinggi. Memiliki kesabaran dan keikhlasan luar biasa di fase-fase awal dakwah Rasulullah. Sumayyah mempunyai suami bernama Yasir. Keluarga ini memproklamirkan diri sebagai keluarga muslim, mengikuti ajaran Muhammmad. Kenyataan ini membuat tidak senang para pemuka masyarakat yang saat itu masih menyembah berhala, Lata, Uzza.

Maka, disiksalah mereka oleh kaumnya, dan hanya akan menghentikan siksanya ketika mau melepaskan diri dari ajaran Muhammad. Namun, Sumayyah dan keluarganya tetap istiqomah, tetap tegar dalam ke-Islaman dan memegang teguh keyakinannya untuk membenarkan ajaran Muhammad. Dan akhirnya, wanita dan suaminya gugur di medan kesyahidan. Sumayyah adalah wanita perkasa pertama yang syahid dalam sejarah Islam pada periode awal Islam datang.

Selain itu, ada Asma’ putri Abu Bakar, sang “pemilik dua sabuk”. Kisah yang mengharumkan namanya ketika ia terlibat dakwah dalam peristiwa hijrah. Wanita inilah yang bertugas mengantar bekal makanan untuk Muhammad dan Abu bakar ayahnya ketika hijrah. Asma keluar dari kota Mekah di malam hari tanpa menghiraukan gelap gulitanya malam, sepi dan sunyinya malam, terjalnya bebukitan dan bahaya binatang buas. Yang ada dalam dirinya, hanya bertawakal kepada Allah agar diberi kekuatan untuk bisa memegang amanah.

Ketika sampai ke Gua Tsur inilah peristiwa sejarah “pemilik dua sabuk” terjadi. Asma’ menyobek kerudungnya menjadi dua. Satu bagian untuk dijadikan sebagai ikat pinggang dan satunya lagi untuk mengikat bekal. Saat itu, Rasulullah memberi kabar gembira atas apa yang telah dilakukan Asma’, kemudian berkata, “Sesungguhnya Allah telah mengganti ikat pinggangmu ini dengan dua ikat pinggang di surga”. Sejak itu, Asma, putri Abu Bakar mendapat gelar Dzatu an-nitthqain yaitu orang yang mempunyai dua ikat pinggang.

Masih banyak lagi cerita lainnya. Tentang Ummu Ruman (Zainab), wanita yang dijanjikan surga bukan karena keelokan wajahnya, tapi, ia adalah isteri Abu Bakar yang sabar menerima resiko mendampingi suaminya dalam berdakwah, ia adalah simbol wanita pertama yang memikul tugas mendidik, mengarahkan dan membimbing anak-anak mereka.. Tentang Ummu Waraqah, seorang wanita baik hati yang teraniaya dan dibunuh hamba sahayanya sendiri karena iming-iming harta. Tentang Ummu Aiman yang penuh ikhlas merawat Muhammad. Tentang Nasibah binti Ka’ab, bidadari yang terluka dalam perang Uhud. Begitu juga Ummu Zafar, wanita yang sabar dalam keadaan sakitnya.

Saya trenyuh dan haru membaca kisah-kisah wanita hebat itu,
bidadari-bidadari surga itu…
hingga kemudian saya teringat kepada ibunda….

Istaria Sumari, dia hanya wanita sederhana. Tapi, sebagai anaknya, ketulusan, kasih sayang dan ajaran cintanya sampai saat ini masih terus saya rasakan. Dia bukan hanya sosok seorang ibu, tapi sekaligus guru dan sahabat. Mungkin saat ini saya belum bisa berikan yang terbaik untuknya. Karena itu, hanya lantunan doa dan dzikir cinta yang bisa saya berikan untuk Ibunda tercinta

Ya Allah ya Rabbi
Berikanlah kebahagiaan dalam hatinya
Jadikanlah ia wanita yang senantiasa teguh
Memegang ajaranMu
Muliakanlah ia di dunia dan kelak
Berikan kesempatan kepadanya
Untuk bisa merasakan surgaMU

Entry filed under: Cinta, Cinta ISlam, Love. Tags: .

Seputih Salju di Gunung Virus Yang Mewabah di Tengah Ummat

10 Komentar Add your own

  • 1. Manto  |  Februari 1, 2007 pukul 3:47 am

    verry good!!!

  • 2. Siwi  |  Maret 2, 2007 pukul 7:58 am

    Subhanallah, maha suci Allah yang telah menciptakan makhluk bernama wanita, tiang ummat, penegak peradaban islam yang mulia, semoga kita, wanita menjadi salah satu perindu “bidadari syurga”.
    Mama, aku merindukanmu, ingin aku ucapkan dari hatiku, Aku sayang padamu, engkaulah sosok wanita yang tegar, semoga Allah selalu meridhaimu, menjagamu di sepanjang hayatmu.
    Allah, jagalah mamaku selalu dalam lindunganMu…amin

  • 3. Reni Diah  |  Maret 4, 2007 pukul 5:03 am

    Wanita adalah makhluk yang dimuliakan oleh Allah, namun sekarang yang terpenting adalah bagaimana mereka mengartikan rasa cinta Allah terhadapnya . Semoga kita selalu dapat berpegang pada tali Allah, wujudkan citra wanita solehah

  • 4. bungakehidupan  |  Maret 27, 2007 pukul 3:22 pm

    subhanallah..semoga kumpulan kisah shahabiyah di atas bisa menjadi teladan bagi para muslimah sekarang… amiin..

  • 5. vennae  |  Juli 9, 2007 pukul 9:41 am

    love you bunda,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

  • 6. Oase Tarbiyah  |  Juli 18, 2007 pukul 8:47 pm

    Sungguh kisah yang menggetarkan

  • 7. Irwansyah  |  Juli 19, 2007 pukul 5:39 am

    mantappppp

  • 8. indra fariadi lubis  |  Agustus 29, 2007 pukul 12:19 am

    wanita muslimah yg cantik apabila dia memiliki 3 cinta abadi dalam dirinya cinta pada ALLAH SANG MAHA PEngasih DAN Penguasa,Rosul Muhamad sang panglima progresif revolusioner yg mengubah peradaban dunia dgn kalimat syahadat,dan ketiga orang tua yg telah mendidik dan melahirkan dengan darah dan keringat!!!wahai bunga-bunga revolusi muslimah perjuangan belum berakhir imprealisme pembunuhan syahadat telah dilakukan oleh manusia-manusia laknat agar syahadat dan adzhan tidak berkumandang lagi dibumi..,satukan tekad kami laki-laki yg telah bersumpah atas nama Allah akan menjaga kemulian kami dan dukunglah kamu wahai para bunga revolusi muslim..mari kita buktikan Islam agama rahmat..,islam agama damai..,islam adalah karakteristik yg rendah hati,sabar,jujur,dan hanya akan mengangkat senjata jika agama ALLAH diinjak!!!!!!kemuliaan generasi penerus syahadat ada diantara kalian muslimah..kalian lah yg paling dekat unutk mendidik mereka dengan kalimat tahmid..,mari rapatkan barisan dikeluarga,masyarakat,dan negara lawan…lawan degradasi moral dengan ahlak..,lawan kebencian dengan rasa sayang islami..,lawan perbedaan dengan kasih…islam..,ALLAHU AKBAR..,muhammad pesuruh ALLAH.freeedom progersif revolutioner.lawan distorsi alam pemikiran

  • 9. Hamba Allah  |  Desember 30, 2007 pukul 10:40 am

    Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar…Subhnallah

  • 10. sandy heryana  |  Agustus 12, 2008 pukul 2:05 pm

    begitu dahsyat cinta yang di berikan sang Ibu kepada kita,sehingga kita tak akan bisa membalas segala pengorbanan yang telah ia berikan,maka sudah seharusnyalah kita memuliakan seorang ibu yang telah lelah berjuang untuk kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Januari 2007
S S R K J S M
« Des   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Total Pengunjung

  • 154,066 Pengunjung
Add to Technorati Favorites

%d blogger menyukai ini: