Seorang Muslim Menggapai Kegembiraan

Juli 5, 2007 at 7:20 am Tinggalkan komentar

Gembira adalah kebalikan dari sedih, ia termasuk rintangan jiwa. Hanya gembira dengan Allah yang menjadikan hati mampu memperoleh hakikat kehidupan. Seorang hamba akan merasa gembira jika sudah mendapatkan cinta Allah, dan cinta Allah akan bisa diraih dengan ma’rifatullah (mengenal Allah). Cinta Allah ini akan menyingkap mendung kegalauan, kegundahan, kesedihan dan duka cita dari hati seorang hamba. Allah berfirman:  Katakanlah, dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah itu mereka gembira. (Yunus: 58).
Kegembiraaan dengan karunia dan rahmat Allah itu mengikuti kegembiraan dengan Allah Ta’ala. Orang mukmin berbahagia dengan Rabbnya melebihi semua bentuk kegembiraan yang ada. Sesungguhnya hati jika mendapatkan nikmatnya kebahagiaan seperti di atas, ia akan terpancar dalam guratan wajahnya.

Demikianlah dengan gamblang Ibnu Qayyim membeberkan kepada kita metode terbaik untuk mentarbiyah perasaan cinta, hingga perasan ini mampu mengendalikan semua instink yang menurut beliau disebut penghalang-penghalang jiwa, yang akhirnya semua instink tersebut bergerak dan menghadap kepada apa-apa yang dicintai dan diridhai Allah Ta’ala.

Menurut beliau, termasuk wasilah yang mampu menghantarkan hati meraih kebahagiaan dan kegembiraan, dan akan melapangkan dada adalah ihsan (perbuatan baik). Beliau berkata, Ihsan akan membahagiakan hati dan melapangkan dada, mendatangkan nikmat dan mengusir bencana. Sebaliknya meninggalkan ihsan akan mendatangkan kesedihan, kegundahan dan kesempitan dalam hati. Beliau berkata, Sebaliknya, meninggalkan ihsan akan mengakibatkan kesempitan dan kegundahan hati serta akan menghalangi sampainya nikmat ke dalamnya.

Sedangkan yang dimaksud dengan ihsan adalah memenuhi hak badan dan mendermakan harta kepada yang memerlukan. Yang demikian itu beliau jelaskan ketika sedang mengupas tentang hakikat pengecut dan bakhil, beliau berkata, Pengecut adalah meninggalkan ihsan terhadap badan, sedang bakhil ialah meninggalkan ihsan terhadap harta. Sesungguhnya pengecut dan bakhil adalah dua hal yang selalu bergandengan. Adapun ihsan pengertiannya adalah, Engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya, Dia melihatmu.

Disalin dari: Arsip Moslem Blogs dan sumber artikel dari Media Muslim Info

Entry filed under: BerAdab, BerAkhlaq, Bimbingan Adab, Budi Mulia, Budi Pekerti, Dar Akhlaq, Darul Adab, Darul Akhlaq, Implementasi Iman, Kajian Adab, Kajian Akhlaq, Pondok Adab, Pondok Akhlaq, Pribadi Luhur, Sifat Mulia, Tarbiyah Adab, Tarbiyah Akhlaq, Tarbiyah Islam, Tuntunan Adab, Tuntunan Akhlaq. Tags: .

Wahai Jiwa & Hati Ini “Bersabarlah” Adab Mulia Menasehati Saudara Kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Juli 2007
S S R K J S M
« Feb    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Total Pengunjung

  • 154,066 Pengunjung
Add to Technorati Favorites

%d blogger menyukai ini: