Syariat Islam Mengenai Cinta & Menikah Tanpa Cinta

Februari 12, 2007 at 4:09 am 105 komentar

MediaMuslim.InfoCinta seorang laki-laki kepada wanita dan cinta wanita kepada laki-laki adalah perasaan yang manusiawi yang bersumber dari fitrah yang diciptakan Alloh Subhanallohu wa Ta’ala di dalam jiwa manusia, yaitu kecenderungan kepada lawan jenisnya ketika telah mencapai kematangan pikiran dan fisiknya. Sebagaimana Firman Alloh Subhanallohu wa Ta’ala, yang artinya: “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendir , supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya , dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang .Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (QS. Ar Rum: 21) Cinta pada dasarnya adalah bukanlah sesuatu yang kotor, karena kekotoran dan kesucian tergantung dari bingkainya. Ada bingkai yang suci dan halal dan ada bingkai yang kotor dan haram. Cinta mengandung segala makna kasih sayang, keharmonisan, penghargaan dan kerinduan, disamping mengandung persiapan untuk menempuh kehiduapan dikala suka dan duka, lapang dan sempit.

Cinta Adalah Fitrah Yang Suci
Cinta bukanlah hanya sebuah ketertarikan secara fisik saja. Ketertarikan secara fisik hanyalah permulaan cinta bukan puncaknya.Dan sudah fitrah manusia untuk menyukai keindahan.Tapi disamping keindahan bentuk dan rupa harus disertai keindahan kepribadian dengan akhlak yang baik.

Islam adalah agama fitrah karena itulah islam tidaklah membelenggu perasaan manusia.Islam tidaklah mengingkari perasaan cinta yang tumbuh pada diri seorang manusia .Akan tetapi islam mengajarkan pada manusia untuk menjaga perasaan cinta itu dijaga , dirawat dan dilindungi dari segala kehinaan dan apa saja yang mengotorinya.

Islam mebersihkan dan mengarahkan perasaan cinta dan mengajarkan bahwa sebelum dilaksanakan akad nikah harus bersih dari persentuhan yang haram.

Menikah Tanpa Cinta
Adakalanya sebuah pernikahan terjadi tanpa dilandasi oleh cinta. Mereka berpendapat bahwa cinta itu bisa muncul setelah pernikahan. Islam memandang bahwa faktor ketertarikan merupakan faktor yang tidak bisa diabaikan begitu saja.Islam melarang seorang wali menikahkan seorang gadis tanpa persetujuannya dan menghalanginya untuk memilih lelaki yang disukainya seperti yang termuat dalam Al Qur’an dan Al Hadist

Firman Alloh Subhanallohu wa Ta’ala, yang artinya: “Maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin dengan bakal suaminya” (QS. Al Baqarah: 232)

“Dari Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu , bahwa seorang wanita datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam , lalu ia memberitahukan bahwa ayahnya telah menikahkannya padahal ia tidak suka , lalu Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam memberikan hak kepadanya untuk memilih” (HR Abu Daud)

Karena yang menjalani sebuah pernikahan adalah kedua pasangan itu bukanlah wali mereka.

Selain itu seorang yang hendak menikah hendaknyalah melihat dahulu calon pasangannya seperti termuat dalam hadist: “Apabila salah seorang dari kamu meminang seorang wanita maka tidaklah dosa atasnya untuk melihatnya, jika melihatnya itu untuk meminang, meskipun wanita itu tidak melihatnya” (HR. Imam Ahmad)

Memang benar dalam beberapa kasus, pasangan yang menikah tanpa didasari cinta bisa mempertahankan pernikahannya. Tapi apakah hal ini selalu terjadi, bagaimana bila yang terjadi adalah sebuah neraka pernikahan, kedua pasangan saling membenci dan saling mencaci maki satu sama lain. Sebuah pernikahan dalam islam diharapkan dapat memayungi pasangan itu untuk menikmati kehidupan yang penuh cinta dan kasih sayang dengan mengikat diri dalam sebuah perjanjian suci yang diberikan Alloh Subhanallohu wa Ta’ala. Karena itulah rasa cinta dan kasih sayang ini sudah sepantasnya merupakan hal yang harus diperhatikan sebelum kedua pasangan mengikat diri dalam pernikahan. Karena inilah salah satu kunci kebahagian yang hakiki dalam mensikapi problematika rumah tangga nantinya.

Entry filed under: Cinta, Cinta ISlam, daulah, Harokah, Hizbut Tahrer, Islam, Love, Muslim, Religius, Tarbiyah, Tobat, Tsaqofah. Tags: .

Akhlaq & Aqidah Istri Idaman Tali Silaturahmi

105 Komentar Add your own

  • 1. nuni  |  Mei 31, 2007 pukul 8:32 am

    aku adalah salah satu korban dari pernikahan tanpa cinta………..

  • 2. Erwin Hamdani  |  Juni 20, 2007 pukul 5:46 am

    Hai Nun….kamu dimana ?

  • 3. serbapenting  |  Juni 26, 2007 pukul 10:27 am

    :D

  • 4. Ibnu  |  Juni 27, 2007 pukul 8:28 pm

    Hai nun kamu korban yg bahagia atau yg menderita tolong di perjelaskan dan alasannya…?

  • 5. Rumi Ramadhan  |  Agustus 15, 2007 pukul 6:16 am

    semoga kita mampu untuk tahabba fillaah

  • 6. El-Rumi  |  Agustus 15, 2007 pukul 6:21 am

    Ikhwah Fillaah…
    Sungguh besar sekali pengaruh mafaaHim (pemahaman) terhadap su’ur (perasaan), mafaaHim (pemahaman) menentukan maqaayis (standar), qana’ah…
    WallaaHu a’lam…

  • 7. dieyla  |  Agustus 23, 2007 pukul 8:49 am

    islam 4ever

  • 8. jihannor  |  September 10, 2007 pukul 8:41 am

    Sesungguhnya Allah lebih mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-hambaNYA… Jadi, sentiasalah bersangka baik pada Allah kerana DIA tidak akan membebankan kita dengan perkara-perkara yang kita tidak mampu melaksanakannya. Boleh rujuk maksud ayat terakhir dalam surah al-Baqarah..=)

  • 9. yanee  |  Oktober 5, 2007 pukul 1:05 pm

    Aku juga ngerasa awam bila menikah tanpa cinta.
    tapi juga ada yang mengatakan Cinta sejati akan datang setelah kita nikah, ato Cinta itu bisa dipupuk ato lebih gaulnya lagi, witing tresno jalaran soko ngglibet lan ora ono sing liyo……. tapi ya aku ga tau kebenarannya lhoooo……

  • 10. mira  |  Maret 7, 2008 pukul 11:57 am

    mencari cinta yg mencintai-Nya….

  • 11. blogaryandi  |  Maret 22, 2008 pukul 6:51 am

    lagi jalan-jalan nemu blog ini. blog yang menarik nih. bicara cinta memang tak akan habis-habisnya, selalu penuh makna. salam kenal..

  • 12. wawan maulana  |  April 4, 2008 pukul 4:24 am

    raihlah cinta hanya untuk allah,,,,
    karena cinta manusia itu tidak akan abadi,,,yang suatu saat pasti akan hilang atau bosan….tetapi cinta allah walu kita lupa kepada allah,,tapi allah tetap memberi petunjuk kepada kita……

    semoga kita selalu ada di jalan allah amiiiiiin…..

  • 13. wawan maulana  |  April 4, 2008 pukul 4:25 am

    nikahlah untuk menjauhi kita dari jinah,,,,,,,

    jauhilah pacaran karena pacaran jalan ke neraka…..

    aku sanagat bangga menjadi orang islammm

  • 14. muhammad taib  |  April 8, 2008 pukul 1:53 pm

    apa cinta itu harus dibuktikan dengan menyatukam dua keluarga yang berbeda????

  • 15. wan  |  Mei 15, 2008 pukul 3:58 am

    tapi kadang2 cinta sebelum nikah adalah perit jika terputus ditengah jalan.

  • 16. a  |  Juli 2, 2008 pukul 2:44 am

    kalo aq belum dapet2

  • 17. almukminun  |  Juli 3, 2008 pukul 2:19 am

    bagus artikelnya

  • 18. yuzalies  |  Juli 7, 2008 pukul 1:59 pm

    lau kita cinta kerana allah insyaallah akan kekal abadi selama-lamanya

  • 19. nursiddiq  |  Juli 22, 2008 pukul 7:56 am

    ass… tnang bro laki2 yang baik untuk permpuan yang baik juga…bgitu pun sebaliknya…. klo anda baik ya ins 4wi dpat cew baik juga,,,, klo anda……………………………..ya……………………. jg hehehehehhee……………………….! muf mira serangya

  • 20. Riyan  |  Juli 23, 2008 pukul 10:22 am

    Cinta..Hem,ap yaw?Yg Riyan tw cinta yg sjati tdk mlihat pd fisik yg psti ngeliat agama,akhlaknya musti sesuai pd Al-Quran dan sunnah nabi gtoo aja..

  • 21. Hudzaifah  |  Juli 25, 2008 pukul 9:28 am

    Contoh cinta suci: cinta ibu pada anaknya, cinta anak pada ibunya, cinta kakak pada saudara kandungnya, cinta paman pada ponakannya, cinta cucu pada kakeknya, cinta suami pada istrinya atau sebaliknya, dan lain sebagainya. Itu adalah cinta suci yang bersumber dari fitrah. Kalo cinta cowok pada cewek yang jadi pacarnya, itu tuh yang jadi pertanyaan… halal apa haram… Kalau orang yang menikah tanpa cinta, wah sengsara banget, tapi kalau udah nikah tetap tidak punya cinta, itu lebih sengsara, karena tidak bersyukur… hidup ini, kalau kita bersyukur, semua akan terasa indah dan mudah untuk dijalani…

    _____________________________________________
    Belanja Buku Islam di http://www.laroci.com

  • 22. AFRIDA  |  Agustus 30, 2008 pukul 5:11 am

    assalamu’alaikum…
    artikelny….good…good…good…
    cinta…. menurutku,cinta yang paling membwt tenang adl cinta kita kpd ALLAH dan cinta ALLAH kpd kita…

  • 23. tarieansapa  |  September 19, 2008 pukul 11:03 am

    cinta itu memang susah d mengerti ya, ada kalanya ketika kita mencintai seseorang dia tdk membalas rasa cinta kita bahkan tdk ada perasaan apa2 dlm dirinya, apakah ini namanya cinta bertepuk sebelah tangan??

  • 24. intan  |  September 25, 2008 pukul 10:00 am

    seneng yaa banyak yang udah nikah…..tolong bantu aku carikan pendamping hidup bisa ngemail di ntnsari34@gmail.com

  • 25. kunfarida  |  September 29, 2008 pukul 4:52 am

    Ass.wr.wb.gmn sih caranya menjag hati dari rasa cinta ini agar tetep di jalan Allah

  • 26. sarana hidayah  |  Oktober 2, 2008 pukul 1:09 am

    menikah tanpa cinta ?
    nih ada buku baru
    “taaruf dulu sebelum menikah”
    sebelum nikah diagnosa dulu cintamu..
    resensinya ada di http://fatamedia.wordpress.com

  • 27. pur  |  Oktober 20, 2008 pukul 9:11 pm

    assalamualaikum……….

    bagaimana kalau nikah berdasarkan paksaan dari orang tua…?
    sedang kan si gadis sudah ada pria idaman yang akan menyayanginya.

  • 28. rara  |  November 12, 2008 pukul 6:57 am

    Hmmmmm……………
    Love????
    Married without Love??
    uwh…..ga kebayang ah………….

  • 29. nia  |  November 15, 2008 pukul 2:21 am

    ahh…jd pgen nikah…he2

  • 30. sheila  |  Desember 4, 2008 pukul 7:01 am

    pernikahan bukanlah hal yang memutus cinta, tapi dialah awal dari sebuah perjalanan cinta.

  • 31. Yunita  |  Desember 13, 2008 pukul 5:02 am

    Ya Allah jadikanlah suamiku kelak mencintaiku sepenuh hatinya.
    begitupun dengan hatiku..Amiin

  • 32. ninis  |  Desember 22, 2008 pukul 10:51 am

    ad yg slah tuh d’srt Al-baqarah:232 mksdnya
    nikah lagy dgn suaminya yg sdh d cerai (rujuk).

  • 33. bekty  |  Desember 23, 2008 pukul 9:40 am

    emm tp kl nikah tanpa cinta…bagiku agak susah tuk kujalani

  • 34. nona  |  Desember 31, 2008 pukul 5:06 am

    benar gak sih cinta bisa tumbuh setelah menikah, kok jadi ragu yah

  • 35. rudy  |  Januari 5, 2009 pukul 4:03 pm

    love is something we’ll never know…

  • 36. ekojoe  |  Januari 10, 2009 pukul 4:40 pm

    Cinta adalah pangkal dari setiap perbuatan yang baik maupun yang buruk. Maka pangkal semua amalan dien ini adalah cinta kepada ALLAH SWT dan ROSULNYA

  • 37. MAWAR BIRU  |  Januari 15, 2009 pukul 8:48 am

    SEMOGA AKU MENDAPAT SUAMI YANG MENCINTAIKU KARENA ALLAH SEMATA.AMIEN

  • 38. Farid  |  Januari 27, 2009 pukul 3:07 am

    Love is not blind…Cinta bersandar pd kesetaraan hati n kesamaan visi…

  • 39. Lyra  |  Januari 27, 2009 pukul 6:43 am

    bukankah manusia memiliki jodohnya masing2…
    QS An-Nuur : 26 cukup menjelaskan bagaimana manusia mendapat pasangan hidupnya…
    yg baik dapet yg baik,
    sebagai manusia, kita wajib berusaha u/ jadi baik agar dapet yg baik…

  • 40. Arif Silveray  |  Februari 4, 2009 pukul 7:52 am

    Assalaamu ‘Alaikum
    “MENIKAH TANPA CINTA” mungkin itulah yang akan terjadi kepadaku…. Di setiap do’aku kepadaMU ya ALLOH kumohon Ridhoilah dan Restuilah aku untuk menikah dengan orang yang kucintai…kusayangi….., bukan dengan orang yang tidak kucintai ya ALLOH….. Dosakah aku jika aku menginginkan yang lain?? jika aku ingin menikah dengan orang yang aku cintai dan aku sayangi?? Hamba mohon kepadaMU ya ALLOH…kabulkanlah do’a hamba….. Rasanya berat berhubungan layaknya suami istri dengan orang yang tidak hamba cinta dan tidak pula hamba sayang….tapi jika pernikahan ini adalah karenaMU hamba ikhlas….. Mohon do’a teman2 semua agar ALLOH selalu sayang dan memberikan solusi yang terbaik untuk saya, orang yang tidak saya cinta, dan orang yang saya cinta….Amiin….
    Wassalam

  • 41. Arif Gunadi  |  Februari 18, 2009 pukul 2:33 am

    Ya ALLOH….. tolonglah hamba-MU ini…….Tolonglah dan Lindungilah hamba. Ridhoilah hamba…aamiin……

  • 42. Nurhayati  |  Februari 25, 2009 pukul 2:33 am

    Aku baru mengerti apa arti cinta yang sesungguh nya,yaitu cinta kepada Allah SWT,cinta kepada manusia tidak lah pantas jika kita tidak mencitai Allah SWT..semoga aku menjadi hamba yang cinta dan dicintai Allah SWT,Amiien!!!! I Love islam…

  • 43. Arif Gunadi  |  Maret 11, 2009 pukul 5:03 am

    Ya Alloh, kabulkanlah do’a hamba…….Kaulah yang menciptakan rasa sayang dan cinta…. Hanya kepada-Mu-lah kami memohon pertolongan dan keridhoan…… Salahkah hamba mencintainya? Salahkah hamba jika rasanya hamba hanya ingin menikah dengannya?
    Ya Alloh…..tolonglah hamba…dengarlah do’a hamba…..kabulkanlah permintaan hamba…..lindungilah hamba….ridhoilah hamba…

    Aamiin……

  • 44. Arif Gunadi  |  April 20, 2009 pukul 5:14 am

    Seminggu lagi hari itu datang…aku menikah dengan orang yang tidak aku cintai….
    Ya Alloh…tolonglah aku ya ALLOH…
    aamiin..

  • 45. Sherna  |  Mei 12, 2009 pukul 8:49 am

    q gtau hakikat cinta kepada sesama sebenarnya tuh kayak gimana. alnya biasa q suka ma org, tpi tu orang malu-malu dan akhirnya rasa cinta itu berlalu. tapi banyak juga yang datang, tapi masalahya aku yang nggak sreg!.
    tapi q g setuju kalau cinta itu mesti dikotorin sama perbuatan yang mesum seperti cita atau istilah sex lainnya.

  • 46. nisa  |  Mei 15, 2009 pukul 9:16 am

    iya sbtulnya cinta itu putih
    tp jgn trbawa arus cinta krn bisa mehanyutkan..
    bila qta tk pnya iman shbatku…

  • 47. kasih  |  Mei 25, 2009 pukul 6:29 pm

    asalkan itu intuk ibadah n agama aku yakin allah pasti membuka jalan n hati. cinta dengan manusia adalah ujian n proses untuk mengenal sejauh mana kita mencintai n mengenal sang pencipta.jika menikah kita untuk ibadah maka jgn takut akan janji allah.bukankah islam menganjurkan kita untuk menikah tanpa pacaran.? kalau kita menikah tidak memprioritaskan nafsu no 1,insyaallah bagaimanapun keadaan pasangan kita nanti kita akan menerima semuanya dengan ikhlas.aminn

  • 48. Arif Gunadi  |  Mei 27, 2009 pukul 10:41 am

    Ya Alloh….telah sebulan lamanya hamba menikah…..Tolonglah hamba ya ALLOH…
    Ridhoi hamba ya ALLOH…. hamba takut ya ALLOh…..
    Hanya kepada-MU hamba memohon……Tiada Tuhan Selain Alloh…tidak ada tempat lain untuk berdo’a….Kabulkanlah do’a hamba ya ALLoH…
    Aamiin..

  • 49. Simbe  |  Juni 2, 2009 pukul 3:30 am

    Good..Good..Good

    Carilah cinta yang sejati dari-Nya

  • 50. Risma  |  Juni 10, 2009 pukul 7:36 am

    membahas tentang cinta tidak ada habisnya ya

    aq ada referemsi nih

    klik saja

  • 51. mohd norazwan  |  Juni 13, 2009 pukul 4:17 pm

    aku nk bertunang bln 11ape yg telah dijanjikn..tp pasanganku meminta tangguh..perkare seperti ini selalu berlaku..die bg alasan mcm2..die kate xnk menyusahkan fmly n etc..pasanganku gak selalu bgtau adekah plhn die ni btl n die sering bgtau die nk wat solat istikharah..tlg sape2 yg dpt membantu aku tlg add ym aku n blh berbincang dgn aku..aku perlukn bantuan dr semua..semoge ALLAH tunjukkan aku jln yg benar :’(.. ni email aku norazwan_jb@yahoo.com k tq

  • 52. Indah  |  Juni 26, 2009 pukul 5:28 am

    hhhmm………, akupun mencintai seseorang yang bisa kubilang baik, dia seorang yang bisa menjadi imam yang baik buatku…….., tapi……hubungan ini begitu rumit kurasa….., tapi aku yakin….., ALLAH pasti beri yang terbaik untuk umatnya yang beriman dan yakin pada-Nya……., dan aku mencintainya karna aku mencinta-Nya….

  • 53. echie  |  Juli 18, 2009 pukul 12:54 pm

    menikah tanpa cinta, ya…sekarang aku rasakan. Sedih banget itu yang aku rasakan karena aku terlalu mencintainya. Tapi itu kesalahan aku…aku terlalu cinta dia tapi dia tidak cinta aku.

  • 54. tama  |  Agustus 4, 2009 pukul 7:08 am

    me either…menikah tanpa cinta…itu juga saya alami saat ini..
    Menikah tanpa dasar cinta itu sangat menyakitkan, Justru saat setelah menikah ini cinta itu muncul dengan yang lain.

  • 55. cinta  |  September 4, 2009 pukul 10:45 am

    aku pernah mersakan kebahagian menikah karena cinta dan penuh kasih sayang, tapi aku tidak mengerti apakah tadir atau jodoh ku hanya sesaat, kami berpisah karena orang ketiga.
    aku harus merelakan dan mengikhlaskan seseorang yang aku cintai untuk wanita lain, walau ini pedih tapi harus kujalani, tapi hingga saat ini dua tahun berlalu aku tetap menjaga rasa cinta ini karena Allah ta’ala

  • 56. Santri Jowo  |  September 5, 2009 pukul 1:22 pm

    ya segharusnya gitu akan tapi harus di restui ama semua keluarganya

  • 57. Anpaki  |  September 6, 2009 pukul 4:04 am

    menarik sekali artikelnya…..tks info’na …salam

  • 58. Azh  |  September 13, 2009 pukul 11:13 pm

    lagi nyari yg passs….
    tp bTE jg klaman nyari…, smbil nyari cari kesibukan aj ah…

  • 59. MohPoy Bob  |  September 16, 2009 pukul 8:00 am

    Ya Allah aku tak mau menikah tanpa C!NTA itu menyakitkan bagku karena aku takut terjadi kepura-puraan dalam hidupku nanti, pasti akan timbul kebohongan besar dalam rumah tanggaku aku tak mau itu terjadi kerena itu adalah dosa. ku ingin kebahagiaanku lengkap, ada kasih dan ada sayang. lebih baik mencintai daripada dicintai dalam arti lebih baik memberi daripada menerima . . . karena aku laki-laki yang suatu hari nanti akan menjadi kepala rumah tangga. dengarkanlah bisik dalam hatiku ini ya Allah kerena nikah adalah salah satu ibadah kepadamu dan ku ingin ridhomu ikut serta dalam perjalanan cintaku. amin ya robbal alamin

  • 60. Zainab  |  Oktober 9, 2009 pukul 7:30 am

    Cinta yang akan selalu abadi dan tidak akan pernah menyakitkan,yaitu hanyalah mencintai di bawah naungannya ALLOH smata…!!!! yang akan menyelamatkan dgn menjalankan syariatnya.

  • 61. bee  |  Oktober 15, 2009 pukul 7:54 am

    aku uda buktiin bs kooo,cinta tmbuh setelah nikah malah paten loh

  • 62. zizou  |  Oktober 30, 2009 pukul 5:23 am

    ya alloh…jgn biarkan hamba jatuh cinta sebelum nikah…..mungkinkah?

  • 63. F  |  November 9, 2009 pukul 3:12 am

    Aku seorg perempuan dan udah sebulan ini menikah juga menikah tanpa cinta, aku belum bisa nerima suamiku apa adanya, karna aku mencintai org lain dan skrg aku lagi mengandung anak dari org yg sangat aku cintai itu & suamiku tau itu, dia menikahiku walau itu bkn anaknya, padahal lelaki yg sangat aku cintai itu mau brtanggung jawab, masalahny kami beda keyakinan & keluargaku ga bs terima itu & aku diharuskan menikah segera munkin utk menutup aib & tdk blh brhubungan dgn lelaki yg aku cintai itu, bagaimana pun dia adlh ayah dr anakku & dia ttp brtanggung jwb mau membantuku dalam membiayai, membesarkan dan mendidik anak kami tersebut tapi suamiku dan keluarga ga tau hal itu.

  • 64. cinta islam  |  November 20, 2009 pukul 2:52 am

    Ya Allah aku tak mau menikah tanpa C!NTA
    bukankah islam menganjurkan kita untuk menikah tanpa pacaran.?

    yg di anjurkan hy TAARUF..,aku mencintai a ya ALLAH.
    Semoga ALLAH memberikan Hikmahny Yg baik buat aku dan dia.Aamiin,

  • 65. Kreshna Iceheart  |  Februari 16, 2010 pukul 6:02 pm

    Menikah tanpa cinta? Uh, resikonya terlalu besar. At worst, bisa terjadi perselingkuhan. At best, pernikahan yang hambar tanpa cinta.

    Yang saya SANGAT heran, kok sepertinya banyak nasehat-nasehat “berbau Islam” yang tidak mempedulikan faktor cinta dalam pernikahan, seolah-olah cinta itu tidak penting dalam Islam. Malah waktu dulu saya kuliah, ada teman saya yang ekstrem, mengatakan bahwa “menikah itu tidak boleh karena cinta, tapi harus karena ibadah”. Padahal kalau ibadah tidak ikhlas kan jadi sia-sia. Percuma bertahun-tahun menderita pernikahan yang hambar tapi sia-sia.

    Padahal menurut saya, Islam bukan agama yang kolot dan tidak manusiawi yang mengabaikan faktor cinta. Dari apa yang saya baca-baca mengenai Islam (yes, I do read a lot), Islam memandang bahwa faktor ketertarikan merupakan faktor yang tidak bisa diabaikan begitu saja.Islam melarang seorang wali menikahkan seorang gadis tanpa persetujuannya dan menghalanginya untuk memilih lelaki yang disukainya seperti yang termuat dalam Al Qur’an dan Al Hadist.

    “Dari Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu , bahwa seorang wanita datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam , lalu ia memberitahukan bahwa ayahnya telah menikahkannya padahal ia tidak suka , lalu Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam memberikan hak kepadanya untuk memilih” (HR Abu Daud)

    Tapi kenapa di Indonesia ini sepertinya agama sering dijadikan “excuse” untuk cepat-cepat mendorong orang untuk menikah? Saya sudah melihat banyak sekali teman-teman saya yang menikah tanpa cinta, karena target umur (merasa sudah harus menikah), karena kewajiban kepada keluarga, karena tekanan sosial, dsb, dsb. Dan banyak dari mereka yang jadi “mengkambinghitamkan” agama. Sepertinya saya tidak perlu bercerita lebih lanjut bahwa banyak dari mereka yang tidak bahagia, bahkan ada yang berselingkuh (the wife) dan punya simpanan (the husband).

    Sebetulnya budaya pernikahan tanpa cinta itu adalah budaya kolot dari Inggris di jaman Victoria di abad ke -19, dan mulai “ditularkan” ke masyarakat Timur melalui penjajahan. India, contohnya, tadinya adalah masyarakat yang sangat liberal, tapi masyarakat India mulai mengenal kawin paksa dan sebagainya setelah penjajahan Inggris.

    Oh, just FYI, saya sendiri bujangan, umur 34, dan terus terang, sampai sekarang saya belum ikhlas untuk menikah. Mungkin nanti akan ada wanita yang bisa membuat saya ikhlas untuk menikah, tapi mungkin juga tidak. Until then, who cares? I want to live happily.

    Regards,

    -Kresh

  • 66. sri maryati  |  Februari 17, 2010 pukul 4:21 am

    benar cinta yang diajari dlm islam tumbuh pada waktu nikah tp di zaman sekrg apakah masih ada.

  • 67. nur  |  Maret 16, 2010 pukul 8:47 am

    meski cinta itu blm datang sebelum menikah tp saya harap cinta itu akan datang setelah menikah nanti, amin…

  • 68. bkwan  |  Maret 30, 2010 pukul 2:05 pm

    Cinta + iman = sejati

  • 69. mujahidah  |  April 3, 2010 pukul 9:20 am

    carilah cinta allah,sesungguhnya cinta itu adalah milik allah,kerana allah yang mencipta cinta…

  • 70. anna miftah  |  April 9, 2010 pukul 1:54 am

    nice artikel

  • 71. Satria Gunawan  |  April 27, 2010 pukul 6:29 am

    Hai para yang menyesal dari Cinta,…
    Sebenernya apa yang engkau sesali dari cinta ? ? apa kah engkau merasa lebih baik dan pantas untuk dicinta ? ?
    apa yang engkau harafkan dari cinta ? ? dan pa yang engkau bisa berikan dari cinta ? ? dan apa yang engkau banggakan dari cinta ? ? dan bagaimana engkau bisa untuk mencintai ? ? dan bagaimana km dapat memutuskan Cinta ? ?

    untuk para Wanita…. Berhati2lah karena kebanyakan dari pria hanya mencinta dari Emosional.. yakni Nafsu.. bukan berdasarkan Iman… Maka berhati-Hatilah di saat engkau mengeluh karena banyak Serigala yang menginginkan kelemahan darimu

  • 72. kenshi  |  April 27, 2010 pukul 6:50 am

    kalo aku sbnrnya menyukai seseorang, tp krn sesuatu hal, aku hrs menikahi kakaknya (dijodohkan), dan aku jg blm smpt bicara ttg perasaanku. stlh aku menikah, adik iparku itu malah memilih utk tinggal bersama kami, dan sekolah di kota kami. sejak saat itu, aku selalu berusaha keras utk melupakan cintaku ini, seklgs berskp wajar. hingga akhirnya aku memilih utk pindah ke kota lain, meninggalkan istri dan adik iparku. pada saat itu, adik iparku sedih, tp aku tdk tahu kenapa dia sedih. Kini, 5 tahun sudah berlalu, dan aku selalu berusaha utk melupakannya….walaupun blm pernah bisa….aku sadar kesalahanku….krn aku melupakan hati nuraniku, dan selalu menuruti keinginan orang lain….aku ingin sekali menghubunginya via telepon, sms, atau email….tapi aku takut akan terjadi sesuatu, krn disisi lain aku tdk ingin menyakiti hati istriku…………….makanya teman2, jgn sampai mengalami hal itu, sangat berat dan menyakitkan….aku hanya bisa berharap, dia akan menemukan pendamping yg baik. aku ikhlas, walaupun ak u tidak bisa bersamanya (sudah 5 tahun kami tidak bertemu, dan istriku selalu bertanya knp nggak pernah menghubungi adiknya, kyk nggak pernah kenal). mohon sumbang sarannya……krn saya msh sering merasa rindu padanya…..

  • 73. aj lover  |  Mei 10, 2010 pukul 2:08 pm

    assalamu alaikum, mohon pencerahan, cinta yang muncul di hati kita terhadap seseorang apakah itu merupakan takdir yang telah ditentukan oleh Alloh SWT ?
    karena yang saya alami, tiba2 muncul rasa cinta yang sangat terhadap teman lama saya yang sudah berkeluarga.
    bagaimana saya harus menyikapinya ?

  • 74. eka s novan  |  Mei 11, 2010 pukul 10:44 am

    subhanallah…
    baca al hujarat 13…
    setiap insan diciptakan berpasang-pasangan

  • 75. sabiq  |  Juni 15, 2010 pukul 4:48 am

    sangat menarik

  • 76. Roni  |  Juni 19, 2010 pukul 6:41 am

    , klo cinta anak muda gmna.??
    , klo dlm hdis berpacaran utk anak muda ada tdk.??

  • 77. hera rarah  |  Juni 22, 2010 pukul 3:07 am

    ngma cara yang baik agar pacaran tetap dalam tatanan islam

  • 78. hera rarah  |  Juni 22, 2010 pukul 3:15 am

    pernah suatu waktu ada orang yang suka pada aku, tapi aku tidak memberikan respon sampai ia nekat datang melamar dengan tujuan ingin menikah dan merubah semua sikap yang aku tidak sukai, tapi aku belum yakin atas janji2 mereka, dan aku berasumsi bahwa mereka malakukan ini hanya untuk mendapatkan apa yang ia inginkan dan setelah itu dia akan kembali dengan sifar dasarnya yang sangat diluar batas ajarn agama……………….. aku strezzzzzz dengan memohon petunjuk Allah yang maha halik akudiberikan solusi apa yang mesti ak lakukan dan allhd semua begitu sangat berarti bagi aku dan kelurga besar aku, dan aku selalu memohon kepada sang Halik moga mereka mendatangkan dan memberiku jodoh yang sifatnya selalu dalam tataran agama islam amim…………….

  • 79. muhammad (al) mawardi  |  Juli 13, 2010 pukul 7:23 am

    menikah tanpa cinta…….?????
    bagi ku itu sangat keliru, tapi yang sering kita dengar adalah pacaran setelah nikah. bagiku itu memang benar. karena jika pacaran sebelum nikah, maka yang ada hanyalah kemaksiatan, godaan syitan selalu mengiringinya sampai terjebak pada perbuatan tercela. bukan saling memahami yang selama ini adalah menjadi alasan mengapa orang berpacaran.

    ya ALLAH jika iman hamba ini kuat, maka hamba ingin mencari pasangan hidup yang membutuhkan pasangan hidup yang kuat imannya. karena ia ingin ada yang memperhatikan setiap langkah yang ia tempuh, dengan harapan apa yang ditempuhnya dapat ridho dari Mu yaa ALLAH.
    Tapi jika sebaliknya, imanku tidak kuat menghadapi berbagai cobaan, maka yaa ALLAH hamba ingin mencari pasangan hidup yang imannya tetap terjaga dan bisa mengawasi setiap langkah hidup yang hamba tempuh.
    kabulkanlah keinginanku yaa ALLAH!!!!!
    AMIEN,,,,,,,,,!!!!!!!!!!!

  • 80. Naila  |  Juli 14, 2010 pukul 4:38 am

    Assalamu’alaikum..

    artikelnya bagus…

    menikah tanpa cinta….ada juga ya???

    bukannya sebelum menikah ada baiknya saling kasih hadiah agar tumbuh rasa cinta itu secara perlahan..well, nantinya pas menikah rasa cinta yang udah ada jadi bertambah deyh….

    Wassalam…

  • 81. Kreshna Iceheart  |  Juli 26, 2010 pukul 5:48 pm

    Aneh ya, sekarang ini banyak sekali muslim yang sepertinya mengagung-agungkan pernikahan tanpa cinta, padahal Muhammad (peace be upon him) melarang untuk memaksa wanita untuk menikah dengan laki-laki yang tidak dicintainya.

    “Dari Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu , bahwa seorang wanita datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam , lalu ia memberitahukan bahwa ayahnya telah menikahkannya padahal ia tidak suka , lalu Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam memberikan hak kepadanya untuk memilih” (HR Abu Daud)

    Itu wanita, apalagi laki-laki.

    Perasaan cinta adalah perasaan manusiawi yang merupakan karunia Allah kepada manusia. Perasaan itu bukan untuk disangkal, juga bukan untuk diharam-haramkan dalam rangka menjustifikasi kawin paksa.

    Tapi anehnya sekarang banyak sekali yang BERSIKERAS supaya umat muslim menyangkal perasaan manusiawi mereka, padahal jaman dulu saja Rasulullah sudah menghormati perasaan manusawi itu, diantaranya dengan cara melarang wanita untuk dipaksa kawin dengan laki-laki yang tidak dicintainya.

    Yang lebih konyol lagi, banyak orang-orang yang suka menggunakan kata-kata yang DIARAB-ARABKAN. Contohnya saja: “apa yang engkau HARAFKAN dari cinta”. Aneh sekali. Memangnya kalau sudah seperti orang Arab, menggunakan F sebagai ganti P, lalu ucapannya itu menjadi yang paling benar dari segi agama? Padahal Abu Jahal dan Abu Lahab juga orang Arab.

    Kenapa sih harus mengagungkan orang Arab? Padahal banyak orang Arab datang ke negara ini malah memuaskan napsu seks seenaknya saja, bermabuk-mabukan, dan melakukan hal-hal lainnya yang melanggar larangan agama.

    Belum tentu orang Arab itu lebih muslim daripada orang Indonesia.

  • 82. Kreshna Iceheart  |  Juli 26, 2010 pukul 6:00 pm

    Oh iya, buat mereka yang belum mendapatkan jodoh yang dicintainya….

    Solusinya tidak susah kok: SABAR dan BERDOA supaya mendapatkan jodoh yang dicintai. Dan juga PUASA supaya terhindar dari hal-hal yang aneh-aneh.

    Bukankah solusinya tidak susah? Jadi kenapa harus MEMAKSAKAN diri untuk menikah dengan orang yang TIDAK dicintai? Padahal siapa tahu Allah sudah menyediakan jodoh yang kita cintai, hanya kita saja yang kurang sabar.

    Agama sudah memberikan solusi yang mudah asal kita mau menjalankannya. Kenapa kita harus menyusahkan diri sendiri? Padahal Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.

    Banyak orang-orang ANTI CINTA yang menyamakan cinta dengan napsu. Padahal tidak demikian.

    CONTOH NAPSU: orang-orang Arab yang datang ke Indonesia, kawin kontrak, dan tidak mau bertanggungjawab setelah wanita yang disetubuhinya hamil. Alasannya: “lho, saya ini kan kawin kontrak?” Itu adalah contoh dari laki-laki yang TIDAK mencintai wanita yang disetubuhinya, sehingga tidak mau bertanggung jawab. Setelah hamil, bye-bye!

    CONTOH CINTA: sepasang laki-laki dan wanita yang saat bertemu, maka timbul perasaan cinta. Karena mereka saling mencintai, maka mereka memutuskan untuk menikah dan membangun keluarga bahagia. Si laki-laki TIDAK sekedar menyetubuhi wanita itu lalu meninggalkannya, karena si laki-laki tersebut memang mencintai wanita itu, bukan cuma sekedar napsu.

  • 83. 2nd Chance  |  Juli 29, 2010 pukul 4:02 am

    Saat ini aku akan menjalani sebuah pernikahan tanpa ada dasar cinta. Cinta itu dulu pernah ada namun sudah hilang karena kebohongan, kekecewaan yang lama dan Pengkhianatan serta kenyataan. Salahku karena aku terburu menyatakan itu adalah CINTA! :-)

    Ingin sebenarnya kuakhiri tapi tetap harus aku jalani karena status dan keluarga.

    Saat ini…, hanya Allah yang bisa menunjukkanku jalan apakah pernikahan ini akan bertahan ataukah tidak dan langkah terbaik yang sudah kulakukan adalah dengan jujur kepada Calon Suamiku bahwa aku tidak memiliki rasa Cinta itu lagi.

    Bagi pemburu CINTA di luar sana, jangan pernah terlalu dipikirkan tentang Cinta. Saat kita Bersujud dan memohon, cukuplah itu menjadi permintaan kita dan selebihnya percaya pada ALLAH dan berkaryalah yang terbaik di hidupmu.

    Bijaklah padaNya dan hati-hatilah karena sering “atas nama Cinta” datang dalam bentuknya yang lain hanya untuk memperdaya dan membuat kita bingung karena kita “sangat” menginginkannya.

    Masih tetap kuharap sebuah CINTA yang jujur, tulus dan tanpa aksesoris.

    Salam…
    “2nd Chance”

  • 84. Zva  |  Agustus 26, 2010 pukul 4:39 pm

    Cinta, saat ini gw mencintai seorang pria… Dia bilang dia serius, tapi gw ga ngeliat itu sepenuhnya. Dan ada org lain yg ga gw cintai, tapi bener2 serius. Dan gw berniat memperbaiki keimanan gw dgn pernikahan. Bukankah menunda pernikahan itu hal yg tidak disukai Allah. Gw udah siap, gw mau memperbaiki hidup gw dan lebih istiqomah dgn menikah. Tapi haruskah gw nunggu org yg gw cinta tanpa kepastian yg valid itu? Gw bingung…

  • 85. maryam  |  Oktober 25, 2010 pukul 10:56 am

    mintak izin share ye…

  • 86. Aqsal Chantika AG dan ES  |  Oktober 28, 2010 pukul 2:51 am

    Hari ini saya AG sedih campur aduk dengan bahagia. Karena orang ( ES ) yang pernah dan kita sama2 sayang akhirnya memilih untuk bahagia dengan meninggalkanku. Karena memang kata “pernah sayang” itu nggak akan pernah hilang dan lepas dari kata “sayang”. Tetapi aku berharap dan berdo’a semoga dia bahagia, begitu pula aku. Memang mungkin AGES lebih baik menjadi SAUDARA. Ya… SAUDARA terbaik yang pernah dan akan selalu kumiliki. 29 Juni 2005 ( berkenalan di Mall AG dan nganter ke Klender), 30 Juni 2005 ( dicuekin ), 1 Juli 2005 nonton “Ungu Violet” di Arion), 2 Juli 2005 ( penembakan di PRJ dan penerimaan di Sate Padang Mang Ajo deket TipTop ), Juli26 April 2009 ( menikah ), dan hari ini 28 October 2010 ( kami takut BERCERAI ). Do’ain yang terbaik untuk kami ya!!!…..
    YA ALLOH……. Kaulah yang selalu mengabulkan do’a kami, dan Engkau jua lah tempat kami memohon….. Jadikanlah selalu kebaikan untuk diri kami dan tempatkanlah kami di tempat yang terbaik di sisi-MU. Ampunilah AGES akan apapun yang terjadi. Karena kemana lagi kami memohon ampun dan memohon pertolongan kecuali kepada-MU….. Karena kata ” sayang ” itu nggak semudah itu terlupakan dan kata ” ikhlas ” itu memanglah sesuatu yang sangat berat ya ALLOOH…
    Tolonglah kami ya ALLOOH..
    AAMIIN….

  • 87. Aqsal Chantika AG dan ES  |  November 1, 2010 pukul 4:17 am

    Yaa…Alloh… Engkaulah SAng Penentu……Engkaulah Tempat Kami Memohon… Kabulkanlah Do’a kami..Aamiin…

  • 88. Iva Chania Shinta  |  Desember 18, 2010 pukul 2:47 pm

    Cinta bagiku adl hal yang sangat speciaL, & aku tidak mau mengotorinya / menodai Cintaku.
    Mencintai seseorang bukan berarti aku harus bisa memilikinya, mengencaninya, menciumnya ataupun menjamahnya. Tanpa suatu iktan resmi yg dipandang halal scra ISLAm…,,Akan tetapi CintaQ ini lebih mengharap Ridho Allah SWT agar kebahagiaan Dunia & Akhiran yg Q dapat nantinya..
    (Trmksh ArtikeLnya,, sgt bermanfaat sekali)

  • 89. Najah Putra  |  Mei 17, 2011 pukul 5:14 am

    ciNta harus terdiagnosa ketulusan dan kebenarannya…tp ga tau momntumnya kapan yg tepat,apakah saat pacaran atw setlh menIKah nExt…
    yang pasti alangkah indahnya jika orang yang kt cintai menjadi teman hidup yg snantyasa mnjadi saksi dalam kehidupan kita,amiin.
    berdoalah dan bersyareat lah insyaallah allah akan mmhami iakn kebutuhan itu,
    kl kita mau doi mau lantas allah jg mau,insyaallah smw akan jd mudah krn itu khndak dan anugrahnya.amiin

  • 90. dhidhy  |  Juni 5, 2011 pukul 4:53 am

    kenapa sih Allah dan rasul itu membolehkan kaum adam tuk berpoligami.. jawab yaah. syukron.

  • 91. Virnando Ramoz Ramoz  |  Juni 16, 2011 pukul 6:54 am

    yaaaaaaa karna wanita lebi banyak ,, dari pada lelaki nanti klu cuma satu doang tar sisanya mau di kemanain

  • 92. toni agtn  |  Juni 26, 2011 pukul 2:59 pm

    menurutku sih, cinta itu merupakan fitrah manusia. termasuk juga cinta laki2 terhadap perempuan. rasa dan ketertarikan ini memang sudah kodrat. tapi… cinta semacam ini jalannya harus bener. kalau “Klop” ya beruntung, gak usah nunggu lama2. lobi dan resmikan!. agar terhindar dari hal2 yg gak diinginkan, selain itu biar pacarannya lebih asik dan bertanggung jawab.
    tapi yang lebih penting lagi nih… jangan sampai cinta2 kepada lawan jenis atau apapun melebihi cinta kita kepada Allah. beberapa kasus membuat orang jadi buta karena cinta, gak ada kendali saat berhadapan dengan “Crazy Little Thing Called Love” ini. nahh.. akhirnya banyak kasus bunuh diri karena cinta, frustasi, gila dll. mungkin saja mereka belum menyadari bahwasannya cinta juga harus memiliki hirarki dan urutan….
    hehe :)
    entah menurut kalian benar apa enggak, kalau menurutku sih begitu. berkali2 aku broken heart dan alhamdulillah kesadaran akan urutan cinta ini jg yg menyelamatkan….
    moga2 bermanfaat.

    toni agtn

  • 93. Qolbun Salim  |  Juli 3, 2011 pukul 3:44 am

    allah lah yg menyatukan hati hamba”,a . Dialah yg Maha menguasai segala isi hati

  • 94. Kholib  |  Agustus 6, 2011 pukul 8:49 am

    Cintailah sesama manusia selain mencintai diri kita sendiri dan cintailah pemberian dari Allah SWT,Amin3x

  • 95. Kholib  |  Agustus 6, 2011 pukul 8:50 am

    Cintailah sesama manusia selain mencintai diri kita sendiri dan cintailah pemberian dari Allah SWT. Amin 3x

  • 96. iri  |  September 20, 2011 pukul 1:17 am

    Sesuatu yang telah terjadi itu namanya taqdir,taqdir itu ketetapan dari ALLOH…ketika ALLOH memilihkan pasangan hidup buat kita..maka itulah yang terbaik buat kita…dan ketika kita tidak mau menerima itu, maka maukah anda2 sekalian disebut kufur terhadap nikmat yang telah ALLOH berikan?dan orang kufur terhadap nikmat itu diancam dengan hukuman yang sangat pedih…cinta terhadap dunia itu semuanya semu…hanya kepura-puraan saja, karena cinta sejati dan senyata-nyatanya cinta, hanya cinta dari ALLOH (Arrohman dan arrohim)…jadi kenapa dengan pernikahan tanpa cinta?…percayalah dengan ketentuan “wanita baik-baik hanya untuk laki-laki baik-baik..dan begitupun sebaliknya…”jadi yang harus kita lakukan hanya menjadikan diri kita laki2 atau wanita baik2….wallohu’alam bishowab…

  • 97. echi  |  November 25, 2011 pukul 2:56 am

    emmmmmmmmm

  • 98. ami  |  November 29, 2011 pukul 6:37 am

    aq… mengalaminya saat ini. aq seorang single parent. usia q masih di bawah 25th. aq mepunyai seorang anak laki2 berumur 3 th.
    aq punya kekasih… dy lebih muda dr aq. keluarga tdk ada yg setuju, dng alasan tdk mapan. awal pernikahan q yang dahulu karena perjodohan. tak ada cinta… hanya berpedoman ingin membahagiakan orang tua. tp aq tdk bs menjalaninya hingga berakhir dgn perceraian. aq sangat mencintai kekasih q itu, tapi disisi lain aq pun mempunyai tanggungan anak q yang masih kecil. buth biaya besar nantinya. orang tua q menjodohkan q lagi dengan seorang lelaki yang bekerja di luar negeri, perbedaan umurnya 15 th diatas aq. orangnya baik… hanya saja… dy pulang 1 th sekali. dan tdk ada cinta …. aq harus bagaimana?? apa memang jalan hidup q seperti ini…. ridho orang tua adalah ridho Allah SWT… aq benar2 bingung…. aq tidak mau menelan kegagalan yang kedua kalinya…

  • 99. kaiz  |  Mei 13, 2012 pukul 3:21 pm

    Assalamuallaikum..

    Artikel di atas sudah bagus..tp byk sekali yg berkomentar mengeluh dg “menikah tanpa cinta”..ada jg sih yg sependapat..memang sulit ketika mencintai seseorang tp lum diberikan jalannya dari Allah SWT..apakah kita saja yg memang lum sabar..dan benar juga sih, kalau menikah tanpa cinta, siapa yg dapat memberikan garansi “cinta tumbuh dalam pernikahan” ?? yang ada byk yg lebih ga sanggup menjalaninya, akhirnya berbohong, melakukan pengalihan dan mengkambing hitamkan lagi “menikah tanpa cinta”. Buat yg sudah terlanjur menikah tanpa cinta, mungkin itulah ujian ke-2 dari Allah SWT..memang tidak boleh melarang seseorang ketika memilih pasangan hidupnya..tapi ingat juga Allah juga sangat tidak menyukai perceraian..mungkin dengan berserah dan berpasrah, siapa tau mendapatkan mukzizat “d’miracle” dari Allah menjadi cinta kpd pasangannya yg sah..(yg semula belum dicinta). dan untuk yg belum menikah, pikirkan kembali jika belum sanggup berpuasalah..saya pun mengalami dilema yg sama..menikah atau tidak ya??? hmmm..mudah2an diberikan mukzijat saja dari Allah SWT..amiiiin.. :)

    Wassalamuallaikum

  • 100. yani  |  Juli 21, 2012 pukul 12:19 am

    jangan pernah mau menjalani pernikahan tanpa cinta……karena itu sangat berat dan menyakitkan. hidup segan, matipun tak mau…

  • 101. mardiana  |  Februari 10, 2013 pukul 6:12 am

    bagaimana jika ada satu pasagan yg saling mencintai dan sudah berjnji saling brsama. nmun suatu ketika sang lelaki tidk peduli degan perempuan itu (cuek) pdahal pernikahan sudh dekat. ketika laki2 itu di tanya ltentg pernikhanya dia menjawab (sudah tidak cinta lai pada perempuan itu) tetapi demi orag tua ahirnya laki2 itu bersedia menikahi perenpuan itu yg dulu perna di cinta dan sekrag tidak lagi namun melakukan pernikhn !
    yg saya tanyakan . pa mungkin pernikahn itu bisa bahagia ?

  • 102. missmyjoker  |  Mei 26, 2013 pukul 11:13 am

    saya juga akan melakukan pernikahan tanpa cinta karena demi membahagiakan orang tua, saya ga tau bagaimana nanti rumah tangga yang akan saya jalani. saya ga berharap dia sayang sama saya, krn saya tidak menyayangi dia, biar saja kita lihat seperti apa nanti jadinya….saya pasrah….

  • 103. udoh raudlotuljannah  |  Januari 17, 2014 pukul 11:16 pm

    assalamualikum wr, wb aku punya teman yang selalu mengatakan ingin berpisah, karna dari awal pernikahan tdk ada sedikit pun rasa cinta, sekarang dia sdh punya 2 org anak, pdhl suaminya baik sekali menurut dia, materi pun berkecukupan. namun rasa ingin berpisah itu selalu dia lontarkan pada suaminya, kira2 bagaimana ya jalan keluarnya.

  • 104. vita, Obat Jerawat Ampuh  |  Januari 18, 2014 pukul 8:36 pm

    what a complicated love

  • 105. Murady  |  Januari 31, 2014 pukul 5:32 am

    Bagaimana hukumnya jika wanita yang sudh di pinang org lain tapi masih mengharapkan kita ? Dulu kami saling mencintai tapi karena orang tuanya menjodohkan anknya dengan orang lain,ahirnya aku putuskn untuk menjauhinya namun ia masih datang dan mengharapkan cinta ku,kira-kira saya berdosa tidak jika menjauhinya kerena saya tidak ingin merusak pertunanganya walaupun batin saya sakit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Februari 2007
S S R K J S M
« Jan   Jul »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  

Total Pengunjung

  • 108,341 Pengunjung
Add to Technorati Favorites

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: